Stan DJIKP tampilkan Tema “Beda Generasi Beda Komunikasi” di KomExpo 2019

Pada hari Senin-Rabu, tanggal 26-28 Agustus 2019 ini, ada acara  meriah yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di kantor pusatnya, di Jalan Medan Merdeka Barat No 9, Kemenkominfo menampilkan KomExpo 2019, sebuah acara tahunan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang program-program yang dilaksanakan oleh masing-masing satuan kerjanya. Ada sekitar 1000 pelajar dan guru SMU se-Jakarta serta 500 pegawai instansi pemerintahan dan masyarakat umum yang menjadi sasaran dalam Expo kali ini.


Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (DJIKP) pun turut hadir meramaikan acara ini. Di dalam tenda _roader_ utama, berdiri stan DJIKP sepanjang 15 meter. Selain itu, ada juga kegiatan edukasi  yg dikawal DJIKP tentang Indonesia Bersih dan Tol Langit.


Stan DJIKP kali ini terlihat sangat spesial, karena melibatkan dua Unit Pelaksana Teknis di bawahnya, yaitu Museum Penerangan dan Monumen Pers Nasional. Stan ini pun punya alur cerita yang menarik, yaitu menampilkan perbedaan bagaimana cara komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat.


DJIKP sendiri punya tugas sebagai _Goverment Public Relation_ (GPR), atau  menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat. Sebenarnya tugas ini telah lama dilakukan sejak dulu, melalui Departemen Penerangan.


Stan DJIKP kali ini menampilkan bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah tersebut, berbeda, baik cara maupun alatnya, karena generasi yang akan diberikan informasinya pun berbeda.


Untuk menyampaikan informasi pada generasi masa dulu, berbagai kegiatan dilakukan oleh Departemen Penerangan, salah satunya adalah Kelompencapir, akronim dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pirsawan. Di masa ini, pemerintah mengumumkan hal-hal penting, misalnya harga barang pokok, pelaksanaan Pemilu, dan lain sebagainya paling tidak melalui tiga saluran, yaitu radio yang didengar oleh masyarakat, koran yang dibaca, dan televisi yang ditonton/dipirsa. Masyarakat kemudian membentuk forum, berkumpul untuk membahas isu-isu terbaru dan program pemerintah apa saja yang telah disampaikan. Bahkan, dulu kelompok-kelompok ini dilombakan, dan yang terbaik akan mendapatkan piala dan penghargaan dari Presiden RI kedua Soeharto.


Agar bisa memberikan pengalaman yang lebih nyata tentang kelompencapir ini, Museum Penerangan menampilkan koleksi radio dan televisi di zaman dulu. Sedangkan Monumen Pers Nasional menampilkan koran-koran koleksinya, namun dalam bentuk digital.


Setelah mengetahui bentuk komunikasi pemerintah di masa lalu, pengunjung stan DJIKP akan melihat sebuah gerbang pemisah, yang bertuliskan “Beda Generasi Beda Komunikasi”. Inilah gerbang yang membedakan cara pemerintah berkomunikasi di masa dulu dan masa sekarang.


Ketika sudah melewati gerbang, pengunjung stan akan merasakan perbedaan suasana di sisi stan ini. Disini, yang disebut dengan area Gen Kece IKP, _ambience_-nya terasa modern, berwarna, dan ceria. Disini ditampilkan model komunikasi yang dilakukan pemerintah, dengan memanfaatkan internet dan media sosial. Program-program yang dilakukannya pun banyak, seperti Indonesia Baik, GenBest, GPR TV, Info Publik, Forum Merdeka Barat 9, indonesia.go.id, JPP, komunika, Kolibri, SAIK, Genbest, dan jurnal Dialog.


Selain mengedukasi langsung dengan materi-materi tersebut kepada pengunjungnya, stan DJIKP juga menyediakan permainan ular tangga, _Kahoot_ #GenKeceIKP, dan _wheel of fortune_. Beragam hadiah pun telah disiapkan bagi para partisipan permainan tersebut.


Stan DJIKP kali ini juga lebih keren dibandingkan dengan stan lain, karena penulisan buku tamunya sudah menggunakan media digital, yaitu menggunakan tablet dan ponsel. Di ujung stan, sebelum pengunjung keluar, juga dilakukan survei kepuasan pengunjung stan DJIKP secara digital pula.


Penasaran, yuk kunjungi selagi masih ada kesempatan. Atau, tunggu di tahun depan, yang pasti dengan tema yang lebih keren pastinya. (RB)