14 februari, kenalan dengan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) yuk!

Pembela Tanah Air (PETA)

Merupakan tentara sukarelawan bentukan Pemerintahan Jepang saat mengusai Indonesia tahun 1942 hingga 1945. PETA memiliki peran penting untuk menjaga kemerdekaan bangsa Indonesia meski awalnya bertugas membantu Jepang dalam peperangan Asia Timur Raya. PETA juga merupakan cikal bakal terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pembentukan PETA diinisiasi oleh orang Indonesia bernama R Gatot Mangkupraja. Hal ini membuat PETA diminati oleh banyak penduduk lokal. Saking banyaknya, anggota PETA pernah mencapai jumlah 38 ribu orang yang terbagi dalam 69 batalyon. Jumlah ini 4 kali lebih banyak dari kekuatan tempur milik Jepang di negaranya.

Berawal dari tugas membela Jepang dalam peperangan Asia Timur Raya, PETA berbalik membela tanah air Indonesia. Pada 14 februari 1944, PETA membentuk gerakan perlawanan di Blitar yang dipimpin oleh pahlawan nasional, Supriyadi. Gerakan ini menjadi salah satu peristiwa penting yang mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.

Diberitakan Kompas.com (3/19/2018), setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, tentara kekaisaran Jepang memerintahkan pembubaran PETA. Ketika Pemerintah Indonesia membentuk sebuah badan resmi untuk menjaga kedaulatan negara, anggota PETA diajak untuk bergabung. Pada Harian Kompas edisi 14 Agustus 1970 diberitakan, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Tentara PETA yang tersebar dikumpulkan kembali untuk bergabung.

Dari BKR kemudian menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI), dan akhirya berubah sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 1947.

Penulis : Wildan Fajar