Revitalisasi Museum: Memang Apa Pentingnya?

Apa yang terbayang pada benak Anda jika diajak ke museum? Tempat yang memajang barang kuno, tua, angker, seram, dan nuansanya suram? Memang stereotipe museum masih seperti itu.

Padahal sekarang banyak museum yang telah berbenah. Museum-museum ini menjelma menjadi museum modern yang nyaman dan membuat masyarakat tertarik mengunjunginya. Bagaimana cara melakukan perubahan tersebut? Yaitu dengan melakukan revitalisasi museum.

Revitalisasi museum, menurut penjelasan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud periode tahun 2012-2018, Hary Widianto, adalah upaya untuk meningkatkan kualitas museum dalam melayani masyarakat sesuai dengan fungsinya, sehingga museum dapat menjadi tempat yang dirasakan sebagai kebutuhan untuk dikunjungi. “Revitalisasi museum merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam peningkatan citra museum,” jelasnya.

Adanya kebijakan revitalisasi museum di Indonesia, akan berdampak luas dan manfaatnya sangat besar. Museum akan berkembang menjadi lebih baik dan masyarakat semakin kenal dan cinta dengan museumnya. Diharapkan, dengan adanya revitalisasi museum ini, bisa memunculkan kesadaran untuk menempatkan kembali museum bukan sebagai tempat yang ditakuti oleh masyarakat. Museum bisa menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat research, education, dan entertainment

Nantinya pelestarian kebudayaan Indonesia melalui museum bisa berjalan dengan baik. Masyarakat bisa merasakan museum sebagai pilar untuk mencerdaskan bangsa, membangkitkan semangat bangga dan cinta tanah air, memperteguh kepribadian bangsa, dan memperkokoh ketahanan nasional.

Konsep revitalisasi tidak hanya sekedar menghidupkan kembali apa yang sebelumnya pernah ada, tetapi menyempurnakan strukturnya, mekanisme kerjanya, menyesuaikan dengan kondisi baru, semangat baru dan komitmen baru.

Sasaran yang dituju siapa? Revitalisasi museum menyasar seluruh komponen penyelenggara dan pemangku kepentingan di semua aspek dari museum. Nantinya jika revitalisasi museum dapat berjalan, bisa turut pula meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Revitalisasi museum bisa membuat museum memiliki kualitas standar baku sebagai sarana edukasi dan rekreasi serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisa pula membuat museum menjadi lebih representatif sebagai media pelestarian dan pusat informasi budaya.

Harapannya, enam aspek revitalisasi museum pun bisa terwujud. Yaitu fisik, manajemen, program, jejaring, pencitraan, dan kebijakan. Dari bidang fisik yakni mencakup fasilitas utama (tata ruang), kemudian pengaturan manajemen yang terpadu, pelaksanaan program – program secara konstan dan sinkronik, hingga terpancarnya pencitraan museum yang diharapkan maupun kebijakan dalam proses revitalisasi museum dapat terlaksana dengan baik. 

Hal revitalisasi ini sedang diupayakan oleh seluruh museum yang ada di Indonesia. Mari buktikan dengan mengunjungi salah satu museum yang terdekat dengan tempat Anda beraktivitas. Tidak ada salahnya, bukan? Mungkin Anda bisa sumbang saran mengenai pembenahan yang diperlukan, yang membuat Anda menjadi bagian dari permuseuman Indonesia. (RB)