Home Artikel Berita

Sat,18Nov2017

Siapa itu Bhin-bhin, Atung, dan Kaka?

Jakarta, 11/11/2017, 11:05 WIB

Kemeriahan Asian Games yang akan digelar tahun depan sudah mulai terasa. Logo dan maskot yang berwarna-warni pun sudah dikenalkan. Siapa ya yang jadi maskotnya?

Ada tiga binatang khas Indonesia yang dipilih untuk menjadi maskot Asian Games 2018. Selain karena ketiga binatang ini merepresentasikan betapa kayanya keragaman fauna di berbagai daerah di Indonesia, masing-masing menggambarkan semangat tersendiri untuk para atlet yang akan berlaga di ajang olahraga tersebsar se-asia ini.

Maskot pertama, adalah Bhin-bhin. Maskot ini digambarkan oleh sosok burung Cendrawasih, yaitu burung kebanggaan dari ujung timur Indonesia. Burung yang bulunya sangat indah hingga disebut dengan burung dari surga ini, dalam hal olahraga menyimbolkan semangat strategi. Ya, untuk memenangkan sebuah pertandingan, selain fisik yang kuat, strategi yang jitu juga diperlukan agar bisa keluar menjadi juara.

Sumber: Sosial Media KOMINFO

Maskot yang kedua adalah Atung, perwujudan dari seekor Rusa Bawean. Rusa yang hanya ada di Pulau Bawean, Jawa Timur ini, merepresentasikan semangat kecepatan dalam berolahraga.

Sumber: Sosial Media KOMINFO

Maskot ketiga adalah Kaka, yaitu badak bercula satu. Spesies mamalia langka yang hanya ada di Ujung Kulon ini, melambangkan semangat kekuatan dalam berolahraga.

Ketiga maskot itu, didesain khusus dengan penuh makna. Selain warnanya bagus, ekspresif, juga memakai kostum kain-kain tradisional Indonesia. Inilah mengapa ketiga maskot ini dipilih untuk menggantikan maskot yang lama, yaitu Drawa.

Jika tadi kita sudah berkenalan dengan para maskot Asian Games, sekarang mari kita tengok tentang logo resmi Asian Games. Desainnya sangat cantik dan berwarna-warni, menggambarkan sketsa tampak atas dari Stadion Gelora Bung Karno Senayan, yang dilengkapi matahari di tengahnya. Logo ini mengusung tema, “Energy of Asia”, yang merepresentasikan energi yang kuat dalam merefleksikan dan mempromosikan Indonesia di kancah dunia, dimulai dari bidang olahraga.

Sumber: kemkominfo.go.id

Asian Games sendiri akan digelar tahun depan, setelah dulu pada tahun 1962 Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Asia ini. Bahkan, beberapa koleksi tentang Asian Games tahun 1962 itu bisa ditemukan di Museum Penerangan, yaitu di bidang televisi.

Televisi pertama di Indonesia, yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia) didirikan tepat saat penyelenggaraan Asian Games IV, di tahun 1962. Presiden RI kala itu, yaitu Presiden Soeharto memerintahkan untuk membangun sebuah alat komunikasi yang bisa menyiarkan ajang olahraga tersebut, baik untuk masyarakat Indonesia, maupun untuk masyarakat internasional. Didirikanlah sebuah televisi milik pemerintah.

Gagasan pendirian TVRI sebenarnya pernah dikemukakan sebelumnya oleh Menteri Penerangan, Bapak Maladi pada tahun 1953, untuk mensosialisasikan pemilu tahun 1995. Namun gagasan tersebut belum terlaksana, hingga akhirnya ada sebuah ajang internasional dilangsungkan, sehingga kehadiran televisi milik pemerintah ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa Indonesia telah maju dan modern di bidang komunikasi. Pembukaan acara Asian Games IV tahun 1962, menjadi hari pertama TVRI bisa mengudara secara resmi.

Di Museum Penerangan, ada diorama yang menggambarkan suasana peliputan Asian Games tahun 1962. Bapak-bapak reporter dan teknisi dari TVRi berbusana rapi mengenakan jas dalam menjalankan tugas penerangan ini. Selain itu, kamera dan peralatan teknik yang digunakan untuk meliput Asian Games tahun 1962 dulu, dipamerkan di Museum Penerangan. (dey)

 

Sumber :

http://www.indonesiacayo.com/2017/07/logo-dan-3-maskot-baru-asian-games-2018.

http://e-journal.uajy.ac.id/6590/3/KOM203882.pdf

https://juara.bolasport.com

Jelajah Museum, Primadona GPMN 2017

Jakarta, 11/11/2017, 10:57 WIB

Untuk meramaikan Hari Museum Indonesia, berbagai kegiatan pun dikemas dalam gelaran acara Gebyar Pesona Museum Nusantara (GPMN). Kegiatan yang menjadi primadona di tahun ini adalah diselenggarakannya Jelajah Museum TMII (jelmus). Lebih istimewa lagi, kali ini tidak hanya mengikutsertakan museum-museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saja, tetapi juga melibatkan anjungan propinsi daerah yang ada di TMII (29/10).

Dengan berbasis aplikasi di smartphone android, Jelmus 2017 ini dapat menggaet 173 tim untuk mengikuti acara tersebut.Ketika peserta datang di lokasi, langsung melakukan registrasi ulang dengan cara memindai barcode yang ada di masing-masing gawainya.

Jelmus dibuka oleh laporan Ketua PelaksanaKegiatan, BapakUnggul Yudianto tepat pukul 08:00 WIB di selasar utama Sasono Langen Budoyo. Beliau mengatakan Jelajah Museum kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena sekarang menggunakan aplikasi dan bebas menentukan strategi apa yang mau peserta pakai.

Setelah laporan dari Ketua Pelaksana, pembukaan jelmus dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Asosiasi Museum Indonesia Kawasan(AMIKATMII) Sigit Gunarjo sekaligus sebagai simbol jelmus telah dimulai. Sigit memberikan semangat bagi peserta untuk memanfaatkanjelmus kali ini untuk lebih mengenalbudaya dan pengetahuan dari  museum dan anjungan propinsi di TMII.

Tepat pukul 08:30 WIB, jelmus resmi dimulai. Selain memperebutkan juara jelmus, peserta juga diberi kesempatan untuk bersaing mendapatkan juara favorit versi admin instagram dan juara wefie terbaik. Peserta di berikan waktu sampai pukul 14:00 untuk memburu skor sebanyak-banyaknya.

Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan peserta dalam mencari skor sebanyak-banyaknya. Aplikasi ini juga bersifat terbuka karena peserta lain bebas mengecek skor lawannya. Serunya lagi, peserta ada yang diwajibkanmemindaibarcode koleksi untuk memunculkan jawaban yang ada di aplikasi tersebut.

Setelah acara penjelajahan selesai, peserta dikumpulkan di Candi Bentar, Museum Indonesia. Untuk menghibur peserta, panitia menyuguhkan live music dan doorprize yang nomornya sudah diberikan kepada peserta di awal acara. Selain puluhan doorprize, ada juga grandprize dua buah sepeda yang dinanti-natikan oleh para peserta.

Puncak acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, Ibu Masia Situmorang,selaku ketua juri Jelajah Museum mengumumkan pemenang-pemenangnya, yaitu :

·         Juara 1                         : Tim Ngequickiker

·         Juara 2                         : Tim FF Club

·         Juara 3                         : Amazing Racer

·         Juara Harapan 1          : Genoa

·         Juara Harapan 2          : Rama2

·         Juara Harapan 3          : Karunya Pisan

·         Wefie Terbaik             : Odoper, Burung Beo 232 Jaya dan Pandu

·         Kostum                      

-          Terunik                  : Generasi Mecin 222 Now

-          Terseru                  : Black Pink

-          Teratraktif             : KPBMI

·         Terfavorit Versi admin            : Bulan

Selamat untuk para pemenang Jelajah Museum 2017, semoga acara ini bisa membuat kalian lebih mengenal museum dan anjungan di TMII! Salam Museum, Museum di Hatiku! (FL)

Kominfo Luncurkan E-money Untuk Karyawannya

Jakarta, 08/11/2017, 08:27 WIB

Gaya hidup cahsless society, atau transaksi yang lebih banyak menggunakan sistem elektronik, bukan uang cash, didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kominfo merilis uang elektronik (e-money) dengan model khusus dan dibagikan kepada beberapa karyawannya.

Hari Senin, (30/10) lalu selepas Upacara Bendera Memperingati Hari Sumpah pemuda, Menteri Kominfo, Bapak Rudiantara meluncurkan secara resmi e-money khusus dari Kominfo. “Saat ini dibagikan 500 kartu untuk pegawai kominfo dengan saldo Rp 130.000,00” ujarnya.

Sumber gambar : kominfo.go.id

E-money yang diluncurkan oleh Kominfo ini, punya desain khusus yang apik. Berlatar belakang warna putih, E-money ini ini menyuguhkan gambar proyek besar yang menjadi program kerja Kominfo. Yaitu Palapa Ring. Gambar dalam E-money tersebut adalah peta Indonesia dengan warna hijau, dan penjelasan perkembangan proyek Palapa Ring di masing-masing daerah. Tak lupa, gambar Gadjah Mada, yang menyerukan “Sumpah Palapa” pun dipajang, agar semangatnya menyatukan nusantara, dalam proyek ini melalui teknologi telekomunikasi dan informatika, tetap membara.

Rudiantara menjelaskan, langkah ini juga merupakan bentuk dukungan Kominfo kepada kementerian lain. Penerapan pembayaran uang eletronik di jalan tol merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Kita sesama lembaga harus menghilangkan rasa egois dan mendukung,” katanya.

Sumber gambar : kominfo.go.id

Sumber gambar : kominfo.go.id

Uang elektronik tersebut bisa dipakai untuk berbagai transaksi elektronik, seperti pembayaran biaya tol, Bus Transjakarta, KRL, parkir, juga berbagi transaksi elektronik lainnya sesuai kebijakan Bank Mandiri. Kabar terbaru, mulai akhir oktober, seluruh gerbnag tol di Indonesia tidak melayani transaksi tunai lagi, sehingga kepemilikan e-money seperti ini menjadi penting karena dibutuhkan. Sejauh ini, penerapan kebijakan gerbang tol hanya melayani transaksi elektronik ini sudah berlangsung hingga 95 persen.

Dengan kebijakan transaksi elektronik di tol, beberapa manfaat yang bisa diperoleh adalah :

1.      tidak perlu antri panjang

2.      tidak perlu membawa uang tunai berlebihan.

3.      proses pembayaran lebih cepat dan efisien

4.      tidak perlu kembalian.

Harapannya dengan adanya peluncuran ini, kemkominfo berharap untuk seluruh pegawai kominfo bisa mendukung gaya hidup cahsless society di berbagai bidang. (dey)