Home Berita

Tue,26Sep2017

Museum Penerangan Ikuti Pameran Kesejarahan di Kebumen

Jakarta, 25/09/2017, 09:56 WIB

“Pahlawanku Idolaku:Meneladani Pahlawan Bangsa” merupakan tema pamerankesejarahanyang baru saja digelar di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Sebagai penerus bangsa,kita seharusnya bisa meneladani pahlawan-pahlawan bangsa yang gigih dan tanpa pamrih,bahkan rela mengorbankan jiwa raganya untuk bisa melihat Sang Saka Merah Putih berkibar bebas dan melihat Republik Indonesia berdiri tegak tanpa ada yang menjajah. Itulah cita-cita dari para pahlawan kita sehingga mereka tidak takut untuk berjuang dan mengorbankan apa pun yang mereka punya walaupun musuh mereka di medan perang menggunakan peralatan-peralatan militer yang jauh lebih canggih.

Dentuman-dentuman peluru yang dimuntahkan dari setiap senjata penjajah, baik didarat, laut, dan udara,tak membuat mereka taku. Merekaterus berjuang dan percaya bahwa negara kita, Republik Indonesia pasti akan merdeka. Coba kalian bayangkan bagaimana bila pahlawan kita takut untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita. Mungkin sekarang kita tetap berada dibawah bayang-bayang penjajahan. Sehingga kita harus bisa menjadikan pahlawan bangsa menjadi pahlawan idola kita. Tanpa keberanian mereka kita tidak akan bisa merasakan keadaan seperti sekarang ini.

Panggung tempat Pembukaan Pameran Kesejarahan “Pahlawan Idolaku Meneladani Pahlawan Bangsa”

Pameran kesejarahan inidigelar dari tanggal 20 hingga24 September 2017. Peserta-peserta yang mengikuti pameran tidak hanya berasal  dari daerah kebumen saja tetapi juga ada yang berasal dari daerah sekitar daerah kebumen yaitu dari Yogyakarta, dan Solo. Bahkan juga ada yang berasal dari DKI Jakarta.  Pameran inidiadakan digedung Sekretariat DaerahKabupaten Kebumen ini diikutioleh 18  peserta, yaitu : Museum Penerangan, Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, Unit Produksi SMK Taman Karya Madya Pertambangan Kebumen, Balai Pelestarian Nilai Budaya, Roemah Marta Tilaar, Museum Bumi Putera, Monumen Pers, Museum Mandala Bhakti, Museum Soesilo Soedarman, Museum Sudirman, Museum Benteng Vredeburg, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Sumpah Pemuda, Museum Kepresidenan RI Balai Kartini, Museum Glagah Wangi, BAYTAl-Quran dan Museum Istiqlal, Museum Sekolah Slawi Kabupaten Tegal, dan dari Kampung Batik Tulis Kebumen. 

Tari Rampak Pongkor

Pembukaan pameran diadakan pada tanggal 20 september 2017,diawali dengan kesenian daerah setempatyaituTarian Rampak Pongkor. Kemudian dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Para tamu undangan ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacan doa oleh Bpk. Khusnul Hadi,SH. Saat pembacaan doa dilakukan seluruh para tamu undangan dengan khidmat berdoa untuk kelancaran acara pameran ini. Lalu kemudian dilanjutkan kembali dengan sambutan dari Kepala Seksi Sejarah dan Transisi Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen,Ibu Erma. Dalam sambutannya  beliau menekankan untuk memberi pemahaman dan pengertian kepada Masyarakat tentang betapa pentingnya koleksi –koleksi sejarah bagi masyarakat.

Selanjutnya Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh BapakBambang Supriyono untuk memberikan sambutan. “Kita Merdeka bukan karena Pemberian atau Hadiah tapi ini adalah Perjuangan Pahlawan kita,”ujarnya.

Selanjutnya sambutan dari Bupati Kabupaten Kebumen Bpk. Ir. Mohammad Yahya Fuad,SE. “ Kita Bukan Hanya Belajar Sejarah Tapi Harus Belajar Dari Sejarah,” tegasnya dalam sambutan tersebut. Setelah selesai memberikan sambutan, Bupati diminta untuk membuka Pameran ini.

Sambutan dari Bupati Kabupaten Kebumen Bpk. Ir. Muhammad Yahya Fuad. SE

Pembukaan Pameran Kesejarahan 2017 “Pahlawanku idolaku Meneladani Pahlawan Bangsa”

Museum Penerangan sendiri, yang ikut menjadi peserta dalam pameran kesejarahan ini, mengambil tema suasana kantor redaksi Surat Kabar RetnoDhoemilah. Surat kabar inidipimpinpada tahun 1898 oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo, yang berada di daerah Yogyakarta.

Stand Pameran Museum Penerangan

Para pengunjung yang didominasi oleh pelajar dari berbagai sekolah yang ada di daerah Kabupaten Kebumen dan sekitarnya sangat antusias untuk mengunjungi Stan Pameran Museum Penerangan. Mereka tertarik untuk melihat benda-benda koleksi yang di pamerkan oleh Museum Penerangan. Salah satunya adalah Mesin ketik Huruf Jawadan Surat Kabar RetnoDoemillah dan Radio Tjawang. Mereka dengan antusias mendengarkan penjelasan dari  para pemandu Museum Penerangan tentang sejarah benda-benda koleksi yang di pamerkan di Stan Museum Penerangan

Koleksi Museum Penerangan yang di pamerkan di Stand Museum Penerangan

Tak  jarang mereka melakukan pertanyaan kepada pemandu Museum Penerangan tentang sejarah dari benda-benda koleksi yang dipamerkan. Mereka juga bisa merasakan bagaimana caranya bisa menggunakan mesin ketik. Karena pada jaman sekarang mesin ketik hampir sudah tidak digunakan lagi, karena sudah tergantikan oleh komputer.

Para siswa mencoba menggunakan mesin ketik

Para siswa sangat tertarik untuk mencoba menggunakan mesin ketik, hingga rela  antri bergantian untuk menggunakan mesin ketik. Mereka senengbisa merasakan mengetik dengan mesin ketik. Bahkan ada beberapa guru dari sekolah-sekolah yang mengunjungi pameran bercerita tentang bagaimana mereka dulu menggunakan mesin ketik pada masa sekolah maupun kuliah dan tentang susahnya menggunakan serta harus teliti dalam menggunakan mesin ketik. Mereka juga harus rela untuk mengulang lagi ketikan mereka dari awal bilamana ada kesalahan tulisan.

Pameran iniakan berakhir pada hari minggu tanggal 24 September 2017. Diharapkan dengan adanya pameran ini, generasi muda lebih bisa mencintai bangsa sendiri dan juga bisa mengidolakan pahlawan-pahlawan bangsa yang rela berjuang mempertaruhkan apapun yang mereka punya,termasuk nyawa merekademi kemerdekaan negara kita Republik Indonesia. Tanpa perjuangan mereka mungkin kita tidak akan bisa hidup tenang seperti sekarang. Maka kita jangan pernah melupakan perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Seperti yang pernah dikatakan oleh Bapak Proklamator kita yaitu Bung Karno Jas Merah, jangan sekali-kali Melupakan Sejarah.(NIK).

 

Serunya Gelaran Acara Museum Goes to Campus di UNS

Jakarta, 25/09/2017, 09:45 WIB

Setelah sukses menggelar acara Museum Goes To Campus (MGTC) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada tahun lalu, kini acara serupa kembali digelar pada pada tahun 2017. Kali ini mengangkat tema ‘’Keanekaragaman yang Menyatukan’’. Pameran ini diadakan oleh Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Surakarta dan bekerja sama dengan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Dinas Kebudayaan Surakarta, Keluarga Alumni FIB UNS, serta Keluarga Alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS.

MGTC kali ini diikuti oleh 27 Museum dari berbagai kota seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, Blitar, Semarang, dan kota-kota lainnya. Museum yang mengikuti acara pameran MGTC ini antara lain adalah Museum Nasional, Museum UNS, Museum Penerangan, Museum Transportasi, Museum Basoeki Abdulah, Museum Ranggawarsito, Monumen Pers, Museum Sandi, Museum Keris, Museum Bank Mandiri, Museum Jogja Kembali, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Perpustakaan Bung Karno, Museum Radya Pusaka, dll.

Acara ini berlangsung selama empat hari dimulai hari senin (4/9) sampai hari kamis (7/9). Acara ini diresmikan langsung oleh Rektor UNS. Pada acara ini, panitia menargetkan 9000 pengunjung. Dalam sambutannya beliau berharap bahwa di tahun depan tidak hanya museum di Indonesia saja yang ikut bergabung menjadi peserta dalam acara ini, melainkan museum dari luar negeri juga.

Tujuan diadakan MGtC ini adalah  untuk mendekatkan nilai-nilai sejarah ke tengah publik. Melalui MGtC, masyarakat lebih mudah mendapatkan akses informasi dan pengetahuan mengenai banyak halmengenai museum, warisan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Disamping itu juga, melalui MGtC terjalin kerjasama berbagai institusi yang merupakan upaya konkret mendukung program pemerintah di bidang penguatan mental dan karakter kebangsaan, inovasi di bidang pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

Untuk sasaran pengunjung pun tidak hanya mahasiswa, melainkan pelajar dan masyarakat umum. Dalam acara MGTC 2 ini juga diisi berbagai acara antara lain lomba vlog MGtC, lomba foto selfi instagram, lomba fotografi, seminar Museum, pemutaran film ,lomba dongeng nusantara, dan banyak lagi acara menarik lainnya. Para pengunjung pun tertarik untuk mampir ke stan Museum Penerangan. (dey)

MGTS Singgah di SMAN 1Cimahi

Jakarta, 31/08/2017, 14:23 WIB

Pada hari yang sama, Muspen Goes to School (MGTS) Cimahi 2017 berlanjut ke sekolah kedua yaitu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cimahi (27/2). MGTS dimulai pukul 14:00 WIB dengan dihadiri 116 peserta. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi,yaitu Handiman.

MGTS dimulai dengan menyanyikan LaguKebangsaanIndonesia Raya lalu dilanjutkan dengan sambutandari Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang kesiswaan yaitu AT.Takdir.P. Beliaumengatakan kegiatan ini adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat, untuk itu iamewakili pihak sekolah berterima kasih karena sudah memilih SMAN 1 Cimahi menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena zaman sekarang rata-rata remaja tidak tahu tentang museum,” katanya.

Secara simbolis dengan mengetuk mikrofon, Wakasek resmi membuka kegiatan MGTS di SMAN 1 Cimahi. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Diskominfo yaitu Handiman. “Mudah-mudahan kalian bisa mencintai museum dan mengurangi kegemaran berlebihan kalian terhadapponsel,” ujarnya. Ia memperhatikan saat menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tadi masih ada siswa yang tidakmelakukansikap sempurna, padahal sikap sempurna tersebut adalah salah satu cara kita menghargai jasa para pahlawan. “Terima kasih Museum Penerangan (Muspen) atas sepak terjangnya di kegiatan ini,” katanya.

 

Kegiatan MGTS dilanjutkan dengan pemberian plakat kepada Wakasek SMAN 1 Cimahi dan Perwakilan Diskominfo. Untuk materi yang diberikan oleh Kepala Muspen Lukman Hakim tidak jauh beda dengan sekolah pertama. Lukman menekankan bahwa koleksi di Muspen itu tentang sejarah perkembangan penerangan dalam merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Selanjutnya adalah acara pemilihan Duta Museum Penerangan. Ada limafinalis yang bersedia mempresentasikan tentang Muspen sebagai penilaian menjadi Duta Muspen yaitu Hari Sasono, Vinka Aderesti Julianti, Taqiyuddin Yazid, Hilma Rosida dan Vabio Jevi Andrita. Akhirnya terpilihlah Duta Museum Penerangandari SMAN 1 Cimahi yaitu Vinka Aderesti Julianti. Selamat Vinka!(FL)