Home Berita Wajah Museum Penerangan Wakili Stan Kominfo

Mon,22Jan2018

Wajah Museum Penerangan Wakili Stan Kominfo

Jakarta, 01/11/2017, 09:56 WIB

Acara Nusantara Expo 2017 yang dihelat pada 18 hingga 22 Oktober lalu sangat ramai dikunjungi masyarakat. Dalam pameran ini, stakeholder dari pemerintah pusat, daerah, juga swasta saling berlomba menampilkan stan terbaiknya di balik tenda-tenda raksasa yang ada di kawasan TMII ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga tampil cantik di stannya dengan nuansa modern warna putih biru yang apik. Apa yang dipamerkan disana? Percaya atau tidak, yang dipamerkan adalah wajah Museum Penerangan. Museum Penerangan sendiri merupakan salah satu UPT yang berada di bawah salah satu Ditjen di Kementerian Kominfo, sehingga sangat tepat jika Kominfo ingin menampilkan wajah dari Museum Penerangan.

Pameran ini sendiri adalah bentuk nyata dari program kerja Direktorat ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya adalah untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat lewat cara menampilkan dan menyosialisasikan potensi budaya dan Produk-produk unggulan daerah, dengan mengangkat tema Kreativitas Membangun Bangsa Mandiri dan Unggul.

Dalam pameran ini, wajah Museum Penerangan ditampilkan di stan Kominfo, dengan cara memamerkan beberapa koleksi unggulannya, yaitu :

1.      Gendang yang dulu digunakan dalam acara Penerangan Pedesaan Tingkat Nasional ke-5 di Sumpang Binangae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan tahun 1992.

2.      Terompot Tois, Salah satu alat komunikasi tradisional masyarakat pesisir di NTT

3.      Mangkok Merah, alat komunikasi yang digunakan sebagai penanda pesan bahaya oleh masyarakat Suku Dayak.

4.      Kamera Tsunami Aceh, kamera yang merekam bencana tsunami di Aceh tahun 2004

5.      Kamera film

6.      Kamera Perekam Kabinet pertama

7.      Mikrofon Film

8.      Satu set boneka dalam film “Si Unyil”

Dalam pameran ini, terlihat bahwa Museum Penerangan tidak hanya mempelajari, merawat,dan mempelajari benda-benda bersejarah bidang informasi dan komunikasi, tetapi juga bisa melaksanakan pelayanan publik. Sesuai dengan slogan Kominfo, “Ayo Layani dengan Proaktif”, Museum Penerangan bisa langsung mengimplementasikannya langsung ke masyarakat dengan bentuk pameran seperti ini.

Semakin hari, eksistensi Museum Penerangan semakin melambung dengan berbagai kegiatan dan prestasinya. Terbukti koleksi-koleksi Museum Penerangan mampu menarik pengunjung stan-stan dalam ajang pameran ini. (dey)