Home Berita Siapa itu Bhin-bhin, Atung, dan Kaka?

Mon,22Jan2018

Siapa itu Bhin-bhin, Atung, dan Kaka?

Jakarta, 11/11/2017, 11:05 WIB

Kemeriahan Asian Games yang akan digelar tahun depan sudah mulai terasa. Logo dan maskot yang berwarna-warni pun sudah dikenalkan. Siapa ya yang jadi maskotnya?

Ada tiga binatang khas Indonesia yang dipilih untuk menjadi maskot Asian Games 2018. Selain karena ketiga binatang ini merepresentasikan betapa kayanya keragaman fauna di berbagai daerah di Indonesia, masing-masing menggambarkan semangat tersendiri untuk para atlet yang akan berlaga di ajang olahraga tersebsar se-asia ini.

Maskot pertama, adalah Bhin-bhin. Maskot ini digambarkan oleh sosok burung Cendrawasih, yaitu burung kebanggaan dari ujung timur Indonesia. Burung yang bulunya sangat indah hingga disebut dengan burung dari surga ini, dalam hal olahraga menyimbolkan semangat strategi. Ya, untuk memenangkan sebuah pertandingan, selain fisik yang kuat, strategi yang jitu juga diperlukan agar bisa keluar menjadi juara.

Sumber: Sosial Media KOMINFO

Maskot yang kedua adalah Atung, perwujudan dari seekor Rusa Bawean. Rusa yang hanya ada di Pulau Bawean, Jawa Timur ini, merepresentasikan semangat kecepatan dalam berolahraga.

Sumber: Sosial Media KOMINFO

Maskot ketiga adalah Kaka, yaitu badak bercula satu. Spesies mamalia langka yang hanya ada di Ujung Kulon ini, melambangkan semangat kekuatan dalam berolahraga.

Ketiga maskot itu, didesain khusus dengan penuh makna. Selain warnanya bagus, ekspresif, juga memakai kostum kain-kain tradisional Indonesia. Inilah mengapa ketiga maskot ini dipilih untuk menggantikan maskot yang lama, yaitu Drawa.

Jika tadi kita sudah berkenalan dengan para maskot Asian Games, sekarang mari kita tengok tentang logo resmi Asian Games. Desainnya sangat cantik dan berwarna-warni, menggambarkan sketsa tampak atas dari Stadion Gelora Bung Karno Senayan, yang dilengkapi matahari di tengahnya. Logo ini mengusung tema, “Energy of Asia”, yang merepresentasikan energi yang kuat dalam merefleksikan dan mempromosikan Indonesia di kancah dunia, dimulai dari bidang olahraga.

Sumber: kemkominfo.go.id

Asian Games sendiri akan digelar tahun depan, setelah dulu pada tahun 1962 Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Asia ini. Bahkan, beberapa koleksi tentang Asian Games tahun 1962 itu bisa ditemukan di Museum Penerangan, yaitu di bidang televisi.

Televisi pertama di Indonesia, yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia) didirikan tepat saat penyelenggaraan Asian Games IV, di tahun 1962. Presiden RI kala itu, yaitu Presiden Soeharto memerintahkan untuk membangun sebuah alat komunikasi yang bisa menyiarkan ajang olahraga tersebut, baik untuk masyarakat Indonesia, maupun untuk masyarakat internasional. Didirikanlah sebuah televisi milik pemerintah.

Gagasan pendirian TVRI sebenarnya pernah dikemukakan sebelumnya oleh Menteri Penerangan, Bapak Maladi pada tahun 1953, untuk mensosialisasikan pemilu tahun 1995. Namun gagasan tersebut belum terlaksana, hingga akhirnya ada sebuah ajang internasional dilangsungkan, sehingga kehadiran televisi milik pemerintah ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa Indonesia telah maju dan modern di bidang komunikasi. Pembukaan acara Asian Games IV tahun 1962, menjadi hari pertama TVRI bisa mengudara secara resmi.

Di Museum Penerangan, ada diorama yang menggambarkan suasana peliputan Asian Games tahun 1962. Bapak-bapak reporter dan teknisi dari TVRi berbusana rapi mengenakan jas dalam menjalankan tugas penerangan ini. Selain itu, kamera dan peralatan teknik yang digunakan untuk meliput Asian Games tahun 1962 dulu, dipamerkan di Museum Penerangan. (dey)

 

Sumber :

http://www.indonesiacayo.com/2017/07/logo-dan-3-maskot-baru-asian-games-2018.

http://e-journal.uajy.ac.id/6590/3/KOM203882.pdf

https://juara.bolasport.com