Gambaran Umum

Museum Penerangan (Muspen), berdasarkan Permenkominfo No. 05/PER/M.KOMINFO/03/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Penerangan, mempunyai tugas melaksanakan pelestarian dan pelayanan kepada masyarakat mengenai benda-benda bernilai sejaran dan ilmian di bidang informasi.

Museum Penerangan (Muspen) adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik yang berdiri pada tahun 1993 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Muspen berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah berada di atas lahan seluas 10.980 m2 dan luas bangunan 3.850 m2.

Muspen memiliki 495 benda koleksi yang terbagi dalam 5 unsur yaitu radio, televisi, film, pers & grafika, dan penerangan umum, sebagai cerminan dari tugas dan fungsi Departemen Penerangan pada saat itu.

Roadmap Revitalisasi Muspen Tahun 2018 - 2020

Sejak tahun 1993 sd sekarang, yang dipamerkan oleh Muspen adalah benda-benda koleksi dengan caption sejarah di tiap benda-benda koleksi. Perspektif penyajian koleksi adalah dari cara pandang Departemen Penerangan, dan sejarah yang ditampilkan cenderung berhenti sampai tahun 1997 (masa Orde Baru).

Agar masyarakat lebih mengenal informasi sejarah komunikasi dan informasi dengan paradigma baru dan obyektif sesuai dengan perkembangan pola komunikasi yang pesat di era TIK, mulai tahun 2018 Muspen melakukan revitalisasi fisik berdasarkan storyline (alur sejarah/kronologis).

Storyline berfokus pada dua aspek yaitu: (1) Aspek alat/teknologi komunikasi dan (2) Aspek layanan informasi. Aspek pertama menjelaskan tentang sejarah perkembangan penggunaan alat-alat komunikasi, sedangkan Aspek kedua adalah sejarah tentang institusi yang bertugas menginformasikan kepada masyarakat tentang berbagai hal.

Sejarah dari kedua bidang tersebut (komunikasi dan layanan informasi) terbagi dalam periodisasi /garis waktu yaitu: (1) Periode > 1945, (2) Periode1945 – Reformasi, (3) Periode Reformasi – sekarang

Melalui perubahan paradigma penyajian koleksi, Muspen mengharapkan masyarakat dapat mengenal “roh/semangat” yang dihadirkan melalui kegiatan komunikasi di masing-masing periode, yang turut menentukan sejarah perjalanan bangsa:
PERIODE <1945:
Komunikasi yang dilakukan bertujuan untu menyatukan masyarakat Indonesa yang tercerai berai pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Melalui kesatuan pemahaman, masyarakat menerima dan berjuang untuk suatu gagasan baru: Merdeka.
PERIODE 1945 – Reformasi
Kegiatan yang dilakukan bervariasi tujuan dan metodenya. Meski masih bertujuan untuk mempersatukan, masa Orde Lama berfokus pada pengokohan identitas bangsa sebagai bangsa yang merdeka, sedangkan Orde Baru berupaya membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih tertata.
PERIODE Reformasi – Sekarang Komunikasi lebih berkembang dengan metode yang tidak dilakukan sebelumnya, mengingat politik pemerintahan (ketiadaan Deppen) dan perkembangan teknologi mendukung pola komunikasi dua arah. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika membangun komunikasi publik melalui penataan regulasi di bidang TIK, pembangunan infrastruktur komunikasi di daerah 3T, serta aktif melayani informasi publik melalui berbagai saluran yang diperkokoh dengan UU KIP dan UU ITE.

Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan
Museum Penerangan