MENATA MASA DEPAN INTERNET DI PULAU DEWATA

Ingin tahu masa depan internet itu seperti apa? Penasaran? Khususnya di Asia Tenggara, kita bisa mengintipnya dalam forum South East Asia Internet Governance Forum (SEA IGF) akan dilaksanakan di Bali pada tanggal 1-2 September 2021 mendatang.

Delapan tahun sudah Indonesia mendeklarasikan partisipasinya dalam Internet Governance Forum (IGF). Sejak tahun 2012 lalu negara kita mulai memandang urgensi kerjasama dengan berbagai pihak dalam mengatur internet. Kita perlu memaksimalkan keuntungan internet dan mengeliminasi dampak buruknya. Forum internasional seperti IGF inilah yang akan membahas tata kelola internet terbaik bagi seluruh negara yang berpartisipasi. Di Indonesia, penanggung jawabnya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Indonesia patut berbangga karena tahun ini perhelatan South East Asia IGF (SEA IGF) akan dilaksanakan di Nusa Dua Bali pada tanggal 1-2 September 2021 mendatang. Tema besar yang diangkat adalah "Digital Transformation in South East Asia". 

Namun, untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, pelaksanaan acara ini akan dilaksanakan secara hybrid. Ini adalah momentum yang tepat bagi kita, masyarakat awam agar bisa bebas ikut berpartisipasi dan mengetahui informasi terkini tentang penataan internet di Asia Tenggara. Dengan cara ini, peserta yang berpartisipasi tak lagi terbatas oleh ruang dan jarak dalam mengikuti pertemuan diskusi dan forum berkelas internasional.

Bagi Anda yang tertarik, bisa segera melakukan registrasi online melalui situs registration.seaigf.id   karena ini acara skala internasional, jadi akan menggunakan bahasa inggris.

Cara mendaftarnya sangat mudah. Setelah mengakses tautan di atas, isi data diri, dan pilih topik apa yang akan difokuskan selama mengikuti dua hari kegiatan SEA IGF 2021. Ada empat sesi yang dapat dipilih dari tiga “Sub-Theme” dan satu “Additional Activity”. Namun peserta juga akan dibebaskan mengintip sesi selain sesi utama yang sudah dipilih sejak pendaftaran.

Sebagai contoh, Anda bisa memilih Sesi-sesi berikut di hari pertama, 1 September 2021, sebagai berikut: 

  • Sub-Theme 1: "Development and Utilization of Community-Based Internet Infrastructure: School Of Community Networks".
  • Sub-Theme 2:  "Intermediary Liability Discussion: Social Media (Publisher vs. non Publisher) Governance in Asia". 

Kemudian bisa melanjutkan memilih dua Sesi lagi untuk hari kedua, 2 September 2021:

  • Sub-Theme 3: "Multistakeholder Approaches to Accelerate COVID-19 Public Communication through Utilization of Digital Transformation"
  • Additional Sessions: "Google x Siberkreasi : Fact Checking Class" 

Dengan memilih Sesi "Development and Utilization of Community-Based Internet Infrastructure: School Of Community Networks", Anda diminta untuk fokus mengikuti sesi tersebut. Namun saat acara berlangsung, Anda tetap diberi akses untuk mengikuti sesi lain yang sedang berlangsung di waktu yang bersamaan, misalnya Sesi “The Role of ICT’s and Other Technologies ini South East Asia’s Post-COVID Economic Recovery”.

Setelah mendaftar, pastikan Anda memantau jadwal acara yang bisa diunduh dari situs seaigf.id dan cek email yang telah didaftarkan, secara berkala. Perlu diingat, berdasarkan lokasi pelaksanaan kegiatannya, bahwa standard waktu yang dipakai adalah Waktu Indonesia Tengah (WITA). 

Selain sesi diskusi internasional, tersedia juga booth-booth pameran yang menarik dan banyak memberikan informasi terkini tentang perkembangan internet di Asia Tenggara. Tentunya pameran ini juga digelar secara virtual.

Dalam acara skala internasional ini, Museum Penerangan hadir meramaikan acara ini secara virtual juga. Museum Penerangan menyuguhkan virtual booth experience selama SEA IGF berlangsung. 

Di dalamnya, Anda bisa mengetahui tentang cara berkomunikasi yang dilakukan orang-orang sebelum ada internet dan alat apa saja yang mereka gunakan. Tentunya alat-alat yang ditampilkan merupakan koleksi dari Museum Penerangan. Di masa dulu, menyampaikan informasi membutuhkan perjuangan dan tenaga yang sangat keras karena perangkat yang digunakan masih sangat sederhana dan terbatas. Nah, ketika sudah ada internet, informasi bisa dangat mudah dan cepat disampaikan, namun ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan agar bisa menyampaikan informasi. Bahkan, setelah melihat informasi di dalam booth Museum Penerangan ini, Anda bisa tahu cara apa saja yang bisa kita lakukan agar bisa menjadi pahlwan informasi.

Selain informasi yang sangat menarik dan menginspirasi, virtual booth experience juga dikemas dengan sangat menarik dari segi desain dan warnanya. Bahkan, kita juga bisa berkomunikasi melalui live chat di booth tersebut. Sayang sekali jika dilewatkan kan? Yuk segera registrasi sekarang. Kami tunggu. 

Penulis: Fransisca Melinda Rosaria, Rosita Budi Suryaningsih