Tetap Muda dengan Bertambahnya Usia

Bertambah tua itu pasti, menjadi tetap muda itu sebuah pilihan.

Setiap tanggal 20 April, Museum Penerangan merayakan ulang tahun. Usia yang bertambah menjadi sebuah tantangan sekaligus harapan besar. Sebuah tantangan untuk tetap bertahan dalam gempuran problematika, serta harapan besar untuk terus bertumbuh dan berproses. 

Tahun ini, Museum Penerangan menginjak usia 29 tahun. Menuju tiga dasawarsa ternyata bukan usia yang tergolong muda lagi. Namun, untuk terus eksis dan diterima oleh generasi masyarakat yang semakin beragam, jiwa muda harus tetap digaungkan. Karena pada dasarnya jiwa muda itu bukan perihal usia, ataupun fisik melainkan pola pikir, dan kemauan untuk terus memiliki semangat bertumbuh yang menggelora. Seperti pepatah dari Samuel Ullman:

Youth is not a time of life, it is a state of mind, it is not matter of rosy cheeks; red lips and supple knees; it is a matter the will, quality of the imagination; a vigor of emotions; it is the freshness of the deep springs of life.” 

Kaleidoskop

Museum yang lahir pada masa pemerintahan Presiden Soeharto ini, hingga kini terus berusaha menghadapi tantangan di abad 21. Mulai dari perkembangan teknologi, pertumbuhan generasi, hingga serangan pandemi. 

Dalam dua tahun terakhir menjadi tantangan yang cukup besar bertahan dalam kondisi pandemi. Banyak perubahan dan penyesuaian yang harus dilakukan. Meskipun begitu kondisi ini tidak menyurutkan semangat untuk terus aktif dalam beraktivitas. Muspen terus melakukan inovasi dan solusi dari tantangan yang kini dihadapi dengan memaksimalkan teknologi. Mulai dari beberapa aktivitas yang bermigrasi ke media online dan juga aktif di media sosial. 

Seiring meredanya kasus Covid-19, Muspen mulai kembali melakukan aktivitas offline dengan membatasi jumlah peserta kegiatan dan tidak lupa tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Mari kita tengok kembali upaya apa saja yang telah dilakukan Muspen untuk tetap hadir di tengah masyarakat dalam 1 tahun terakhir ini! 

Dalam bidang film, satu tahun terakhir ini Muspen telah melakukan beberapa kegiatan dan menggandeng berbagai komunitas film. Kegiatan yang telah dilakukan dalam satu tahun terakhir ini antara lain:

  1. Nonton Film bersama Bioskop Harewos di Museum Gedung Sate, dengan menggandeng “Sahabat Netra” dan “Teman Bisik” dalam rangka perayaan Hari Film Nasional 2022.
  2. Mengadakan Workshop “How To be A Film Maker?”, kolaborasi Muspen dengan Tikomdik Jawa Barat.
  3. Nonton film bareng dan diskusi film Darah dan Doa bersama Komunitas Kompasianers Only Movie Enthusiast Klub (KOMiK). 

Selain dalam bidang film, Muspen turut menggaet komunitas fotografi, seperti halnya melakukan kegiatan hunting foto dan launching foto ‘Aku, dan Kameraku’ bersama Komunitas Kelas Pagi. Membuka pintu seluas-luasnya ternyata merupakan strategi Abdullah, Kepala Museum Penerangan, untuk menjadikan Museum Penerangan lebih inklusif. “Saya berharap komunitas hobi, komunitas disabilitas, komunitas kesejarahan, dan komunitas lainnya tidak sungkan melaksanakan kegiatannya bersama Museum Penerangan, dan di Museum Penerangan. Kolaborasi komunitas dengan Museum Penerangan akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menunjukan eksistensi keduanya kepada masyarakat. Secara khusus, persahabatan dengan komunitas akan menjadi pengungkit inklusivitas Museum Penerangan yang sedang terus berproses. Di HUT ke-29 tahun ini, semoga manfaat Museum Penerangan dirasakan lebih nyata lagi oleh semua kalangan masyarakat”.

Muspen juga memiliki kegiatan rutin seperti Rabu Seru dan Jelajah Museum. Beberapa materi yang pernah ditayangkan dalam Rabu Seru dalam satu tahun terakhir ini antara lain: Suka di Museum, Stasiun Radio Pertama di Indonesia, Museum Goes SEAIGF, dan masih banyak lagi. 

Berkunjung ke museum lain juga menjadi agenda rutin dari Muspen. Ini dilakukan sebagai upaya menambah wawasan dan mencari inspirasi dalam menggali potensi diri. Dalam satu tahun ini beberapa museum yang sempat dikunjungi antara lain Museum Pos Indonesia, Museum Lubang Tambang Mbah Soero, Museum Konferensi Asia Afrika, hingga Museum Gedung Sate. 

Selain itu, Muspen juga semakin aktif dalam berinteraksi melalui dunia maya dengan masyarakat melalui berbagai macam platform mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, hingga Tiktok. Tak jarang juga Muspen mengadakan kompetisi/challenge dan giveaway untuk menarik atensi dan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan Muspen. 

Misalnya dengan mengadakan Kompesisi Review Online Muspen dalam bentuk pembuatan video reels di Instagram, Tik-tok challenge dengan tema “Museum Terbaik Versi Gue”, dan Pantun Challenges. Selain kompetisi ada banyak juga kegiatan giveaway seperti bagi-bagi m-tix senilai 200.000 dan kaos edisi spesial Muspen dalam Pameran Virtual di SEAIGF. 

Doa yang dipanjatkan

Dalam setiap pertambahan usia, hal yang perlu dilakukan adalah mengintrospeksi kembali perjalanan hidup yang telah dilewati. Tantangan-tantangan yang berhasil dilalui, adalah sebuah hasil dari tak kenal lelah dan pantang menyerah. Evaluasi diri diperlukan untuk terus berkembang dan mencapai visi misi Muspen. 

Mensinergikan harapan masyarakat dengan program-program Muspen, dilakukan dengan tujuan untuk mencapai hubungan yang harmonis antara keduanya. Menjadi pendengar yang baik, menerima kritik dan saran merupakan upaya Muspen dalam proses aktualisasi diri. 

“Besar apresiasi dari ku untuk para tim Muspen yang juga sudah berjuang bersama untuk bangun Muspen menjadi sebuah wadah edukasi dan hiburan bagi khalayak. Kudos! Harapan ku, semoga Muspen tetap eksis dan selalu membuahkan ide-ide lewat program ataupun kegiatan baru lainnya, sebagai salah satu media untuk semakin dekat dengan masyarakat.” Ujar Shabila, salah satu pengunjung Muspen. 

Sebuah potongan lirik yang ingin penulis sampaikan dalam ulang tahun ke 29 Muspen ini.


S’moga Tuhan, melindungi kamu

Serta tercapai semua angan dan cita-citamu

Mudah-mudahan diberi umur panjang

Sehat selama-lamanya

(Selamat Ulang Tahun-Jamrud)


Selamat ulang tahun Museum Penerangan!!